Universitas Pertamina kembali menghadirkan kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menyentuh langsung persoalan lingkungan. Melalui Program RAISE UP, mahasiswa Teknik Lingkungan membawa inovasi Lambo Jernih ke Desa Trompoasri, Kabupaten Sidoarjo, kawasan yang selama bertahun-tahun berhadapan dengan dampak lumpur Lapindo. Kegiatan tersebut menjadi wujud keterhubungan antara riset akademik dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Program RAISE UP Jadi Penggerak Inovasi Mahasiswa
Program RAISE UP Universitas Pertamina dirancang sebagai sarana penguatan peran mahasiswa dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk mengimplementasikan hasil riset yang telah dikembangkan di kampus agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di Desa Trompoasri, kegiatan sosialisasi lingkungan dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Tim mahasiswa memaparkan latar belakang pengembangan Lambo Jernih, fungsi utama inovasi tersebut, serta potensi pemanfaatannya dalam mendukung perbaikan kualitas lingkungan. Penyampaian materi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga setempat, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima secara lebih efektif.
Lambo Jernih Hadir dari Riset ke Aksi Nyata
Lambo Jernih merupakan hasil riset mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina yang dikembangkan sebagai teknologi ramah lingkungan. Inovasi tersebut lahir dari proses kajian akademik yang memerhatikan persoalan lingkungan di wilayah terdampak, sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam penerapannya.
Melalui sosialisasi yang dilakukan, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai cara kerja Lambo Jernih serta manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh. Penjelasan tersebut membuka wawasan warga mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi berbasis riset dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Sinergi Mahasiswa dan Warga Desa Trompoasri
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh Tim Lambo Jernih yang terdiri dari mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina. Tim tersebut diketuai oleh Muhammad Afrizal Ichwanul Ulum, dengan anggota Muhammad Karunia Vivaldi, Muhammad Hasyim Hudoyo, dan Zakiyah Fadhillah Putri, serta berada di bawah bimbingan Dr. Eng. Ari Rahman, S.T., M.Eng.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi. Warga Desa Trompoasri berdialog langsung dengan tim mahasiswa untuk membahas potensi penerapan Lambo Jernih sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Pertukaran gagasan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama antara akademisi dan masyarakat.
Apresiasi Pemerintah Desa terhadap Inisiatif Kampus
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan kepada Kepala Desa Trompoasri, Samsul. Penyerahan tersebut menjadi simbol kerja sama antara Universitas Pertamina dan pemerintah desa dalam mendukung kegiatan pengabdian masyarakat berbasis riset.
Samsul menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program RAISE UP yang dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran Lambo Jernih dan keterlibatan langsung mahasiswa menunjukkan kepedulian perguruan tinggi terhadap persoalan lingkungan di daerah terdampak.
“Program RAISE UP Universitas Pertamina memberikan manfaat nyata bagi warga. Inovasi Lambo Jernih dan peran aktif mahasiswa menjadi kebanggaan tersendiri bagi desa kami,” ujar Samsul.
Universitas Pertamina Dorong Solusi Lingkungan Berkelanjutan
Melalui Program RAISE UP, Universitas Pertamina terus memperkuat komitmennya dalam mendorong mahasiswa agar terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Integrasi antara riset akademik dan kebutuhan riil di lapangan menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan yang dijalankan.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi yang relevan dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan lingkungan di Indonesia. Kehadiran Lambo Jernih di Desa Trompoasri menjadi contoh bagaimana inovasi hasil riset mahasiswa Universitas Pertamina dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.