Kampus Universitas Pertamina kembali ramai oleh semangat muda dan ide-ide segar. Pada awal Oktober 2025, Program Studi Hubungan Internasional menggelar Model ASEAN Meeting Universitas Pertamina (MAM UP) — ajang yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas untuk membahas isu-isu global dengan gaya diplomasi ala ASEAN.

Tahun ini, MAM UP mengusung tema “Promoting Sustainable Growth Within ASEAN Through Multilateral Integration.” Tema tersebut menjadi ajakan bagi generasi muda untuk memahami betapa pentingnya kerja sama antarnegara dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Para pembicara muda seperti M. Iqbal Darmawan, ASEAN Youth Ambassador for Indonesia, dan Adventhius Immanuel Karo Karo, SDGs Ambassador Universitas Indonesia, ikut meramaikan acara dengan perspektif inspiratif. Mereka menekankan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari ide-ide sederhana yang digerakkan oleh anak muda.

Bagi banyak peserta, MAM UP bukan sekadar simulasi, melainkan pengalaman yang membuka mata. Mereka belajar menyampaikan pendapat, memahami perspektif negara lain, dan bekerja dalam tim lintas budaya. Kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi pemuda untuk berlatih berpikir strategis dan kolaboratif.

Menurut Dr. Iqbal Ramadhan, Ketua Program Studi HI Universitas Pertamina, pemuda memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem kerja sama ASEAN. “Mereka adalah generasi yang akan menentukan arah masa depan kawasan, dan kegiatan seperti ini membantu mereka memahami bagaimana diplomasi bekerja dalam praktik,” ujarnya.

Kegiatan ini membuktikan bahwa Universitas Pertamina tidak hanya fokus mencetak sarjana berkualitas, tetapi juga membangun karakter dan kepemimpinan. MAM UP 2025 menjadi simbol kolaborasi lintas negara yang dimulai dari ruang-ruang kelas — tempat ide besar lahir dan berkembang menuju perubahan nyata.